MATERI KELAS X
MATERI KELAS X BAHASA INDONESIA
Indikator 1. Menganalisis kebahasaan teks laporan hasil observasi
Indikator 2. Membenahi kesalahan berbahasa dalam teks laporan hasil hasil observasi
Kegiatan 1. Menganalisis kebahasaan teks laporan hasil observasi
1.1. Pengertian frase verba dan nomina
Berikut adalah cirri umum nomina:
1.1.2. Nomina yang merupakan kelas leksikal gramatikal mempunyai ciri sebagai berikut:
makna kebendaan
daya rangkai sintaksis
adanya sarana-sarana khusus untuk menyatakan arti ketunggalan dan arti kejamakan
1.1.3. Cara Pembentukan Kata
Dari segi strukturnya, nomina dapat dibedakan dari morfologi katanya yang dibagi menjadi nomina akar, sederhana, bukan turunan, nomina turunan berimbuhan, nomina turunan berulang, dan nomina majemuk dan gabungan. Nomina akar terdiri dari satu morfem akar, yang bersuku satu,dua, atau banyak. Sedangkan nomina turunan berimbuhan yang terdiri dari morfem akar dan afiks derivative. Contohnya nomina orang yang melakukan pekerjaan atau tindakan dan alat untuk melakukan pekerjaan, morfem dapat dibentuk sebgai berikut : pe- + kerja = pekerja (pekerjaan), pem- + pukul = pemukul (melakukan pekerjaan).[1] Nomina pada tingkat paling atas adalah nomina majemuk bermakna benda dan nomina bermaknakan benda, sebagai contoh ibu + kota = ibu kota, dan tukang + jahit = tukang jahit
1.2. Pengertian Kata Kerja (Verba)
Kata kerja atau verba adalah suatu kata yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktifitas atau suatu perbuatan/ kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.
1.2.1. Ciri-ciri verba (kata kerja) adalah sebagai berikut.
1.2.1.1. Mengandung makna perbuatan. Contoh : menulis, membaca.
1.2.1.2. Mengandung makna proses. Contoh meledak, meletus.
1.2.1.3. Dapat diikuti kata sifat atau kata keterangan.
1.2.1.4. Kata kerja yang bermakna keadaan tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti paling.
Contoh : suka.
1.2.1.5. Dapat diberi kata penyangkalan. Contoh : tidak menangis.
1.2.1. Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya, sebagai berikut:
1.1. Kata Kerja Dasar adalah kata kerja yang berdiri sendiri tanpa imbuhan / afiks. Contoh kata kerja dasar adalah tidur, mandi, duduk, makan.
1.2. Kata Kerja Turunan adalah kata kerja yang sudah mendapat imbuhan / afiks.
1.2.2. Jenis Kata Kerja Berdasarkan Maknanya :
2.1. Kata kerja transitif
kata kerja transitif adalah bentuk kata kerja yang memerlukan objek. Contoh kata kerja transitif : memetik, mengangkut, membuat. Artinya, jenis kata kerja seperti ‘memetik’, perlu untuk ditambahkan objek, seperti ‘memetik buah’ atau ‘memetik anggur’
2.2. Kata kerja intransitif
kata kerja intransitif adalah benuk kata kerja yang tidak memerlukan objek. Contoh kata kerja intransitif misalnya : pergi, duduk, pulang, tidur. Pada kata – kata seperti pergi dan contoh lain di atas, kata ini sudah dapat digunakan dalam kalimat, meskipun tak memakai objek. Sebagai contoh dalam kalimat : ‘Ayah sedang duduk.’ Kata kerja intransitif dapat ditambah dengan kata keterangan atau pelengkap.
Contoh :
Ayah sedang duduk di sofa.
Ayah tidur lelap.
2.3. Kata Kerja Aktif dan Pasif
2.3.1.Kata kerja aktif
kata kerja aktif adalah kata kerja yang subjeknya berperan sebagai pelaku. Kata kerja aktif ini umumnya bercirikan dengan adanya awalan me- dan ber-
Contoh kata kerja aktif : memukul, melempari, berlari.
2.3.2. Kata kerja pasif
kata kerja pasif ini adalah bentuk kata kerja yang subjeknya berperan sebagai penderita. Kata kerja pasif umumnya dapat dilihat dari ciri ciri adanya awaln di- dan ter-.
Contoh kata kerja pasif : dipukuli, dinasihati, terlempar.
2.4. Kata Kerja Benefaktif, Refleksif, dan Resiprok
2.4.1. Kata kerja benefaktif adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk orang lain. Contoh: meyeberangkan.
2.4.2. Kata kerja refleksif adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk diri sendiri. Contoh: Berhias, bersembunyi.
2.4.3. Kata kerja resiprok adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk dua belah pihak dan tidak boleh diikuti kata "saling".
Contoh: berpandangan, bersalaman.
3. Afiksasi
Prefiks adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan pada awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Prefiks dalam bahasa Indonesia antar lain: ber-, meN-, di-, per, pe-, ke-, ter-, dan se-. Prefiks serapan atau baru antara lain: a-, tak-, ante-, purba-, prae, pra-, anti-, anu-, serba-, maha-, dan tuna-. Proses prefiksasi adalah penambahan prefiks atau awalan pada kata dasar. Contoh: ber-+lari=berlari
meN+tangis=menangis
di-+makan=dimakan
1.2.3. Infiksasi
Infiks adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan di tengah sebuah kata atau bentuk dasar, yaitu antara konsonan yang mengawali sebuah kata dengan vokal berikutnya. Infiks dalam bahasa Indonesia adalah: -er-, -el-, dan -em-. Proses infiksasi adalah penambahan infiks atau sisipan pada kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh:
em-+tali=temali
er-+gigi=gerigi
1.2.4. Sufiksasi
Sufiks atau akhiran adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan pada akhir sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Sufiks dalam bahasa Indonesia antar lain: -kan, -i, -an, -nya, -man, -wan, -wati, -nda, dan –anda. Sufiks serapan dari bahasa Arab adalah –i dan –ah, contohnya pada kata hewani dan ilmiah. Sufiks dari bahasa Barat adalah –isme, -is, -if, dan –al. Proses sufiksasi adalah penambahan sufiks atau akhiran pada kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh:
Duduk+-kan=dudukkan
Sastra+-wan=sastrawan
1.2.5. Konfiksasi
Konfiks adalah imbuhan yang terdiri atas dua bagian yang diletakkan pada awal dan akhir kata dasar atau bentuk dasar. Konfiks dalam bahasa Indonesia adalah: per-an, ke-an, dan ber-an. Proses konfiksasi adalah penambahan prefiks dan sufiks secara bersamaan.
Contoh:
Ke-an+adil=keadilan
Ber-an+datang=berdatangan
Konfiks berbeda dengan gabungan afiks. Gabungan afiks yaitu penggunaan beberapa imbuhan sekaligus pada sebuah kata dasar dengan tetap mempertahankan identitasnya masing-masing. Berbeda dengan konfiks yang kedua bagiannya hanya memiliki satu fungsi dan satu makna gramatikal saja. Gabungan afiks dalam bahasa Indonesia antara lain: meN- kan, di- kan, memper-kan, diper-kan, meN-i, di-i, memper-i, diper-i, dan ber-kan.
1.3. Kalimat Definisi Dan Kalimat Deskripsi
1.3.1. Kalimat Defeinisi
Kalimat definisi adalah suatu kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang suatu benda, hal, aktivitas, dan lain-lain. Kalimat definisi sering digunakan dalam teks laporan dan merujuk pada sebuah istilah teknis atau ilmiah teretentu. Kalimat definisi ini membantu pembacanya untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering muncul dalam sebuah tulisan.
Contoh:
Mamalia adalah hewan yang menyusui.
1.3.2. Kalimat Deskripsi
Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus dari suatu benda. Sifat-sifat tersebut biasanya merujuk pada hal khusus yang bisa ditangkap oleh panca indera, misalnya berupa ukuran, seperti besar kecil, tinggi rendah. Warna, seperti merah, kuning, biru. Rasa, seperti manis, pahit, getir, halus, kasar, dan sebagainya. Kalimat deskripsicmembantu pembaca membayangkan apa yang sedang dibicarakan seolah-olah seperti melihat, merasakan, atau mengalaminya sendiri.
Contoh:
Ikan paus memiliki tubuh yang sangat besar.
1.3.3. Perbedaan Kalimat Deskripsi dan Kalimat Definisi
Ada beberapa perbedaan yang dapat kita lihat dari kedua bentuk kalimat ini, yaitu:
1.3.3.1. Kalimat definisi menjelaskan gambaran yang umum, sedangkan kalimat deskripsi menggambarkan sesuatu yang lebih spesifik dan ditangkap oleh panca indera.
Contoh:
Kucing adalah hewan mamalia berkaki empat. (definisi)
Kucing memiliki bulu yang sangat lebat. (deskripsi)
1.3.3.2. Kalimat definisi jika dibalik tidak merubah atau merusak makna kalimat tersebut. Sedangkan kalimat deskripsi tidak bisa.
Contoh:
Mamalia adalah hewan yang menyusui.
Hewan yang menyusui adalah mamalia.
Kambing dan kerbau adalah hewan pemakan rumput.
Hewan pemakan rumsput yang dibicarakan adalah kambing dan kerbau.
1.3.3.3. Contoh Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Saat membaca tulisan ini, tentu Anda telah memahami pengertian dan perbedaan antara kedua jenis kalimat berikut ini. Nah, agar Anda lebih memahami kedua bentuk kalimat ini, berikut ini adalah contoh-contoh kalimat deskripsi dan kalimat definisi.
Contoh Kalimat Definisi:
Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak bisa hidup sendiri.
1.4. Kalimat simpleks Dan Kompleks
1.4.1. Kalimat Kompleks
Contoh perbedaan Kalimat kompleks dan kalimat simple:
Tomat dan terung tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
1.4.1.1. Kalimat komplek terbagi menjadi 2 jenis yaitu Kalimat komplek paratataik dan kalimat komplek hipotaktik. Berikut adalah jenis-jenis kalimat komplek:
1.4.1.1.1. Kalimat Komplek Paratatik
Kalimat komplek paratatik adalah kalimat kompek yang terdir dari 2 struktur yang memiliki makna setara atau sejajar contoh konjungsi kalimat komple paratatik adalah “dan”, “tetapi” dan “atau”.
Contoh -contoh kalimat komplek paratatik:
1.4.1.1.1.2. Kalimat Kompleks Hipotaktik
Kalimat komplek hipotaktik adalah kalimat yang memiliki 2 struktur yang maknanya bersifat tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi seperti “Apabila, “Jika, “Karena”, dan “Ketika”.
Contoh-contoh kalimat komplek hipotaktik:
C. MENGANALISIS KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Indikator 1. Menganalisis kebahasaan teks laporan hasil observasi
Indikator 2. Membenahi kesalahan berbahasa dalam teks laporan hasil hasil observasi
Kegiatan 1. Menganalisis kebahasaan teks laporan hasil observasi
1.1. Pengertian frase verba dan nomina
Kata serta frase verba dan nomina
Jenis kata verba dan kelompok kata(frase) yang dominan digunakan dalam teks laporan hasil observasi adalah verba(kata kerja) dan nomina(kata benda). Kata dan frase memiliki perbedaan, kata berbentuk morfem atau atau morfem bebas sebagai satuan bahasa terkecil (dapat memiliki maupun tidak memiliki arti) yang bersifat bebas. Frasa merupakan gabungan beberapa unsur namun tidak melebihi batas fungs(artinya, sekalipun terdiri atas beberapa unsur namun hanya memiliki satu fungsi dalam kalimat atau kelompok kata yang nonpredikatif, tidak menduduki subjek dan predikat.
omina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Kata benda dapat dibagi menjadi dua: kata benda konkret untuk benda yang dapat dikenal dengan panca indera (misalnya buku), serta kata benda abstrak untuk benda yang menyatakan hal yang hanya dapat dikenal dengan pikiran (misalnya cinta). Selain itu, jenis kata ini juga dapat dikelompokkan menjadi kata benda khusus atau nama diri (proper noun) dan kata benda umum atau nama jenis (common noun). Kata benda nama diri adalah kata benda yang mewakili suatu entitas tertentu (misalnya Jakarta atau Ali), sedangkan kata benda umum adalah sebaliknya, menjelaskan suatu kelas entitas (misalnya kota atau orang).
1.1.2. Nomina yang merupakan kelas leksikal gramatikal mempunyai ciri sebagai berikut:
makna kebendaan
daya rangkai sintaksis
adanya sarana-sarana khusus untuk menyatakan arti ketunggalan dan arti kejamakan
1.1.3. Cara Pembentukan Kata
Dari segi strukturnya, nomina dapat dibedakan dari morfologi katanya yang dibagi menjadi nomina akar, sederhana, bukan turunan, nomina turunan berimbuhan, nomina turunan berulang, dan nomina majemuk dan gabungan. Nomina akar terdiri dari satu morfem akar, yang bersuku satu,dua, atau banyak. Sedangkan nomina turunan berimbuhan yang terdiri dari morfem akar dan afiks derivative. Contohnya nomina orang yang melakukan pekerjaan atau tindakan dan alat untuk melakukan pekerjaan, morfem dapat dibentuk sebgai berikut : pe- + kerja = pekerja (pekerjaan), pem- + pukul = pemukul (melakukan pekerjaan).[1] Nomina pada tingkat paling atas adalah nomina majemuk bermakna benda dan nomina bermaknakan benda, sebagai contoh ibu + kota = ibu kota, dan tukang + jahit = tukang jahit
1.2. Pengertian Kata Kerja (Verba)
Kata kerja atau verba adalah suatu kata yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktifitas atau suatu perbuatan/ kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.
1.2.1. Ciri-ciri verba (kata kerja) adalah sebagai berikut.
1.2.1.1. Mengandung makna perbuatan. Contoh : menulis, membaca.
1.2.1.2. Mengandung makna proses. Contoh meledak, meletus.
1.2.1.3. Dapat diikuti kata sifat atau kata keterangan.
1.2.1.4. Kata kerja yang bermakna keadaan tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti paling.
Contoh : suka.
1.2.1.5. Dapat diberi kata penyangkalan. Contoh : tidak menangis.
1.2.1. Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya, sebagai berikut:
1.1. Kata Kerja Dasar adalah kata kerja yang berdiri sendiri tanpa imbuhan / afiks. Contoh kata kerja dasar adalah tidur, mandi, duduk, makan.
1.2. Kata Kerja Turunan adalah kata kerja yang sudah mendapat imbuhan / afiks.
1.2.2. Jenis Kata Kerja Berdasarkan Maknanya :
2.1. Kata kerja transitif
kata kerja transitif adalah bentuk kata kerja yang memerlukan objek. Contoh kata kerja transitif : memetik, mengangkut, membuat. Artinya, jenis kata kerja seperti ‘memetik’, perlu untuk ditambahkan objek, seperti ‘memetik buah’ atau ‘memetik anggur’
2.2. Kata kerja intransitif
kata kerja intransitif adalah benuk kata kerja yang tidak memerlukan objek. Contoh kata kerja intransitif misalnya : pergi, duduk, pulang, tidur. Pada kata – kata seperti pergi dan contoh lain di atas, kata ini sudah dapat digunakan dalam kalimat, meskipun tak memakai objek. Sebagai contoh dalam kalimat : ‘Ayah sedang duduk.’ Kata kerja intransitif dapat ditambah dengan kata keterangan atau pelengkap.
Contoh :
Ayah sedang duduk di sofa.
Ayah tidur lelap.
2.3. Kata Kerja Aktif dan Pasif
2.3.1.Kata kerja aktif
kata kerja aktif adalah kata kerja yang subjeknya berperan sebagai pelaku. Kata kerja aktif ini umumnya bercirikan dengan adanya awalan me- dan ber-
Contoh kata kerja aktif : memukul, melempari, berlari.
2.3.2. Kata kerja pasif
kata kerja pasif ini adalah bentuk kata kerja yang subjeknya berperan sebagai penderita. Kata kerja pasif umumnya dapat dilihat dari ciri ciri adanya awaln di- dan ter-.
Contoh kata kerja pasif : dipukuli, dinasihati, terlempar.
2.4. Kata Kerja Benefaktif, Refleksif, dan Resiprok
2.4.1. Kata kerja benefaktif adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk orang lain. Contoh: meyeberangkan.
2.4.2. Kata kerja refleksif adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk diri sendiri. Contoh: Berhias, bersembunyi.
2.4.3. Kata kerja resiprok adalah kata kerja yang berarti melakukan pekerjaan untuk dua belah pihak dan tidak boleh diikuti kata "saling".
Contoh: berpandangan, bersalaman.
3. Afiksasi
Dalamkegiatan berbahasa, kata yang digunakan dapat berupa kata dasar atau kata bentukan. Kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan, pemajemukan , pengulangan. Kata bentukan adalah kata yang telah mendapat imbuhan (afiksasi), pengulangan (reduplikasi), dan pemajemukan ketika digunakan. Kata yang mendapat proses pengimbuhan dapat berubah jenis misalnya, kata berjenis verba dapat berubah menjadi nomina jika mendapat imbuhan. Contohnya, kata “Minum”(verba) mendapat imbuhan “an” menjadi “minuman”(nomina). Kata dasar dapat berubah menjadi verba jika mendapat imbuhan me(N), be(R), di, bahkan terkadang ter-, atau ke-an. Sementara itu, kata dasar yang sama dapat berubah menjadi nomina jika diberi imbuhan pe(N),pe(R), an, dan bahkan ke-an.
Pengertian Afiksasi .
Menurut Gorys Keraf, afiks atau imbuhan adalah semacam morfem nondasar yang secara struktural dilekatkan pada kata dasar atau bentuk dasar untuk membentuk kata-kata baru. Bentuk dasar adalah bentuk yang dijadikan landasan untuk tahap pembentukan berikutnya, misalnya kata mencintai dibentuk dari kata dasar cinta yang sekaligus menjadi bentuk dasar, diberi sufiks -i menjadi mencintai.
Proses afiksasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses atau hasil penambahan afiks (prefiks, infiks, sufiks, atau kaonfiks) pada kata dasar atau bentuk dasar. Proses afiksasi antara lain sebagai berikut:
1.2.2. PrefiksasiPrefiks adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan pada awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Prefiks dalam bahasa Indonesia antar lain: ber-, meN-, di-, per, pe-, ke-, ter-, dan se-. Prefiks serapan atau baru antara lain: a-, tak-, ante-, purba-, prae, pra-, anti-, anu-, serba-, maha-, dan tuna-. Proses prefiksasi adalah penambahan prefiks atau awalan pada kata dasar. Contoh: ber-+lari=berlari
meN+tangis=menangis
di-+makan=dimakan
1.2.3. Infiksasi
Infiks adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan di tengah sebuah kata atau bentuk dasar, yaitu antara konsonan yang mengawali sebuah kata dengan vokal berikutnya. Infiks dalam bahasa Indonesia adalah: -er-, -el-, dan -em-. Proses infiksasi adalah penambahan infiks atau sisipan pada kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh:
em-+tali=temali
er-+gigi=gerigi
1.2.4. Sufiksasi
Sufiks atau akhiran adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan pada akhir sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Sufiks dalam bahasa Indonesia antar lain: -kan, -i, -an, -nya, -man, -wan, -wati, -nda, dan –anda. Sufiks serapan dari bahasa Arab adalah –i dan –ah, contohnya pada kata hewani dan ilmiah. Sufiks dari bahasa Barat adalah –isme, -is, -if, dan –al. Proses sufiksasi adalah penambahan sufiks atau akhiran pada kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh:
Duduk+-kan=dudukkan
Sastra+-wan=sastrawan
1.2.5. Konfiksasi
Konfiks adalah imbuhan yang terdiri atas dua bagian yang diletakkan pada awal dan akhir kata dasar atau bentuk dasar. Konfiks dalam bahasa Indonesia adalah: per-an, ke-an, dan ber-an. Proses konfiksasi adalah penambahan prefiks dan sufiks secara bersamaan.
Contoh:
Ke-an+adil=keadilan
Ber-an+datang=berdatangan
Konfiks berbeda dengan gabungan afiks. Gabungan afiks yaitu penggunaan beberapa imbuhan sekaligus pada sebuah kata dasar dengan tetap mempertahankan identitasnya masing-masing. Berbeda dengan konfiks yang kedua bagiannya hanya memiliki satu fungsi dan satu makna gramatikal saja. Gabungan afiks dalam bahasa Indonesia antara lain: meN- kan, di- kan, memper-kan, diper-kan, meN-i, di-i, memper-i, diper-i, dan ber-kan.
1.3. Kalimat Definisi Dan Kalimat Deskripsi
1.3.1. Kalimat Defeinisi
Kalimat definisi adalah suatu kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang suatu benda, hal, aktivitas, dan lain-lain. Kalimat definisi sering digunakan dalam teks laporan dan merujuk pada sebuah istilah teknis atau ilmiah teretentu. Kalimat definisi ini membantu pembacanya untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering muncul dalam sebuah tulisan.
Contoh:
Mamalia adalah hewan yang menyusui.
1.3.2. Kalimat Deskripsi
Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus dari suatu benda. Sifat-sifat tersebut biasanya merujuk pada hal khusus yang bisa ditangkap oleh panca indera, misalnya berupa ukuran, seperti besar kecil, tinggi rendah. Warna, seperti merah, kuning, biru. Rasa, seperti manis, pahit, getir, halus, kasar, dan sebagainya. Kalimat deskripsicmembantu pembaca membayangkan apa yang sedang dibicarakan seolah-olah seperti melihat, merasakan, atau mengalaminya sendiri.
Contoh:
Ikan paus memiliki tubuh yang sangat besar.
1.3.3. Perbedaan Kalimat Deskripsi dan Kalimat Definisi
Ada beberapa perbedaan yang dapat kita lihat dari kedua bentuk kalimat ini, yaitu:
1.3.3.1. Kalimat definisi menjelaskan gambaran yang umum, sedangkan kalimat deskripsi menggambarkan sesuatu yang lebih spesifik dan ditangkap oleh panca indera.
Contoh:
Kucing adalah hewan mamalia berkaki empat. (definisi)
Kucing memiliki bulu yang sangat lebat. (deskripsi)
1.3.3.2. Kalimat definisi jika dibalik tidak merubah atau merusak makna kalimat tersebut. Sedangkan kalimat deskripsi tidak bisa.
Contoh:
Mamalia adalah hewan yang menyusui.
Hewan yang menyusui adalah mamalia.
Kambing dan kerbau adalah hewan pemakan rumput.
Hewan pemakan rumsput yang dibicarakan adalah kambing dan kerbau.
1.3.3.3. Contoh Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Saat membaca tulisan ini, tentu Anda telah memahami pengertian dan perbedaan antara kedua jenis kalimat berikut ini. Nah, agar Anda lebih memahami kedua bentuk kalimat ini, berikut ini adalah contoh-contoh kalimat deskripsi dan kalimat definisi.
Contoh Kalimat Definisi:
- Awan adalah hasil penguapan air yang dipanaskan oleh sinar matahari.
- uaya adalah salah satu hewan purba yang masih hidup hingga saat ini.
Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak bisa hidup sendiri.
1.4. Kalimat simpleks Dan Kompleks
1.4.1. Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba utama karena di dalam kalimat ini terkandung lebih dari satu aksi (Predikat), peristiwa, atau keadaan. Sedangkan kalimat simpleks hanya terdiri dari satu struktur dengan satu verba utama, biasanya kalimat simpleks hanya memilki pola S P O atau S P O K.
Di dalam kalimat kompleks ada 2 struktur kalimat yang biasanya dihubungkan dengan konjungsi, tetapi terkadang struktur tersebut hanya dihubungkan dengan tanda koma bahkan tidak ditunjukan oleh tanda baca atau konjungsi apapun.
Contoh perbedaan Kalimat kompleks dan kalimat simple:
Tomat dan terung tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
- Tomat dan terung yang ada di kebun itu tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
- mu akan mendapatkan nilai yang baik apabila belajar dengan giat.
- Apel yang berukuran kecil itu jenis apel Indonesia dan yang besar tergolong dalam jenis apel Amerika.
Kalimat no 1 dan 2 merupakan contoh kalimat simple karena hanya memiliki satu verba utama yaitu “tergolong “ sedangkan kata “yang ada di kebun itu” pada kalimat no.2 bukanlah verba utama namun hanya sebagai penjelas nomina yang ada di depannya sehingga kalimat tersebut bisa dibuang.
Sedangkan kalimat no 3 dan 4 merupakan kalimat kompleks karena pada kalimat tersebut terdapat 2 struktur kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi . Pada kalimat pertama Verba utamanya adalah “Mendapat” dan “Belajar” dan konjungsi “apabila”. kemudian pada kalimat no 4 verba utamnya adalah “jenis” dan “tergolong” dan dihubungkan dengan konjungsi “dan”.
1.4.1.1. Kalimat komplek terbagi menjadi 2 jenis yaitu Kalimat komplek paratataik dan kalimat komplek hipotaktik. Berikut adalah jenis-jenis kalimat komplek:
1.4.1.1.1. Kalimat Komplek Paratatik
Kalimat komplek paratatik adalah kalimat kompek yang terdir dari 2 struktur yang memiliki makna setara atau sejajar contoh konjungsi kalimat komple paratatik adalah “dan”, “tetapi” dan “atau”.
Contoh -contoh kalimat komplek paratatik:
- Ia menanam bunga mawar dan dia sangat rajin menyiraminya.
- Pakailah pakaian yang kau miliki tetapi harus sopan.
- Alam akan menjadi Indah bila kita rawat dan selalu kita jaga dengan baik.
1.4.1.1.1.2. Kalimat Kompleks Hipotaktik
Kalimat komplek hipotaktik adalah kalimat yang memiliki 2 struktur yang maknanya bersifat tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi seperti “Apabila, “Jika, “Karena”, dan “Ketika”.
Contoh-contoh kalimat komplek hipotaktik:
- Apabila Kau menuruti nasehat orang tuamu maka hidupmu akan baik-baik saja.
- Rawatlah dan siramlah tanaman itu agar tidak menjadi layu.
- Siapa lagi yang akan menjaga alam ini melainkan kita yang tinggal menumpang di dalamnya.
Comments
Post a Comment